Kamis, 03 September 2009

Jejak Duka Sang Sufi

Baginya Tuhan telah mati

Trus merafal mantra

AgarTuhan itu hidup kembali

Tapi setiap mengucap selalu saja ada yang salah

Ia mencari catatan catatan mantra yang ia dapatkan

Ia dalam kebingungan


Malu karena ia tidak bisa menjaga dengan baik

Catatan catatan itu telah basah terkena hujan

Sehingga ia kehilangan huruf di dalam kata

Dan tiap tiap kata telah lepas dari kalimatnya

Hingga di sana berjuta juta abjad berserakan


Sebenarnya ia masih dapat ingat

Dengan alphabet maupun angka

Tapi ia kesulitan memilah , mengeja , menyusun

Sebuah kata kalimat hingga menjadi bait mantra

Matanya telah rabun dan buta warna

Yang bisa lakukan dengan meraba

Meski tangannya kesemutan


Saat ini tak seorangpun mengetahuinya

Yang bisa ia lakukan hanya menangis

Dalam kesendirian.

Siapa tahu air matanya menjadi Mantra

Mantra yang bisamenghidupkan Tuhan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar